Mengambil tangkapan layar dari aplikasi yang tidak mengizinkan screenshot bisa menjadi tantangan, namun ada beberapa teknik yang dapat digunakan agar menyiasatinya. Salah satu metode yang produktif adalah diiringi memanfaatkan fitur perekaman layar pada perangkat, yang sering kali tersedia dengan pengaturan sistem. Dalam ini, pengguna dapat merekam aktivitas layar saat menggunakan aplikasi tersebut dan kemudian memotong bagian yang diinginkan. Selain itu, fitur kamera pada smartphone dapat dimanfaatkan kepentingan mengambil foto layar dengan manual. Manfaat dari strategi ini adalah pengguna stabil dapat mengakses data yang dibutuhkan meskipun aplikasi tersebut membatasi fitur screenshot. Dalam menggunakan cara cara ini, pengguna tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memperoleh solusi yang sederhana agar berbagi muatan influensial dari aplikasi spesifik tanpa melanggar kebijakan yang ada. Wawasan ini pastinya meningkatkan pengalaman elektronik dan menghadirkan aksesibilitas dengan mengelola informasi.