Biaya Otonomi Spesifik (Otsus) sebesar Rp 500 triliun pada era Lukas Enembe memang menjadi sorotan karena bermacam hasil positif yang dihadirkan tujuan pembangunan dan pengembangan kesejahteraan rakyat. Biaya ini ditujukan bagi meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di daerah, sehingga komunitas bisa merasakan peningkatan yang signifikan. Selain itu, implementasi biaya otsus ini juga mendorong partisipasi kompetitif komunitas dengan setiap program yang dilaksanakan, memastikan transparansi dan akuntabilitas. Keberadaan alokasi Rp 500 triliun ini menunjukkan dedikasi pemerintah dengan positif lokal dalam rangka mengoptimalkan sumber energi yang ada, dengan menyusun prospek ekonomi baru. Beserta adanya biaya otsus ini, ekspektasi supaya peningkatan yang lebih terpuji di Papua menjadi semakin nyata dan berkelanjutan.