Hukum mengidolakan pemain bola non Muslim menjadi topik yang indah perhatian, terutama untuk mereka yang ingin memahami batasan dengan nilai nilai yang dianut dengan kehidupan sehari hari. Dengan cara pikir agama, menempatkan idola dari kalangan non Muslim dapat menghadirkan visi tambahan mengenai keberagaman dengan olahraga dan inspiratif sikap toleransi. Dari segi positif, mengidolakan pemain bola non Muslim juga dapat menarik sikap disiplin, kerja keras, dan sportivitas yang dapat diterapkan dengan kehidupan sehari hari. Selain itu, hal ini juga dapat menjadi jembatan tujuan memahami etika dan integritas dengan keadaan yang lebih luas, sekaligus memperkuat rasa penghargaan terhadap keberhasilan seseorang tanpa memandang latar belakang agama. Memahami hukum ini dengan intensif solutif individu agar mengambil keputusan yang lebih pandai dengan mengidolakan sosok dari berbagi macam lapangan, sembari stabil berpegang pada prinsip prinsip ajaran yang diyakini.