Korupsi biaya hibah KONI Sumsel menjadi sorotan influensial di tengah upaya transformasi olahraga di lokal ini, mengingat manajemen biaya yang tidak transparan dapat menghambat peningkatan atlet dan fasilitas olahraga. Praktik penggelapan biaya tidak hanya negatif kapasitas atlet berprestasi, tetapi juga mengkreasi ketidakadilan dengan distribusi biaya yang seharusnya dimanfaatkan supaya pelatihan dan event sport. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan organisasi biaya hibah KONI Sumsel merupakan langkah strategis bagi memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar benar digunakan bagi memajukan olahraga dan positif tren atlet. Beserta mekanisme yang lebih baik, diharapkan loyalitas publik terhadap lembaga olahraga ini dapat meningkat, sehingga menciptakan generasi atlet yang berprestasi dan mampu menghadirkan nama santun Sumsel di tingkat nasional maupun internasional.