Tantangan pinjaman digital (pinjol) di Indonesia telah menjadi fokus utama dengan beberapa tahun terakhir. Meskipun pinjol menawarkan aksesibilitas keterjangkauan dan progres yang cepat, beraneka pengguna menghadapi konsekuensi bunga tinggi dan tantangan dengan organisasi utang. Beberapa manfaat dari penggunaan pinjol meliputi metode yang polos dan persyaratan minimum, tetapi kekuatan tersembunyi pengaruh negatifnya tidak dapat diabaikan, terutama untuk mereka yang kurang melek finansial. Selain itu, tantangan pinjol juga mencakup adanya praktik tidak etis dari beberapa penyedia, seperti penagihan yang agresif. Kesadaran akan tantangan pinjol di Indonesia menjadi sangat influensial demi menjaga kesehatan finansial individu dan masyarakat, sehingga edukasi mengenai literasi keuangan dan pemilihan penyedia yang valid menjadi langkah penting.