Saat melempar bola secara sikap menyamping, visi lemparan terletak di sebelah tubuh, menghadirkan manfaat influensial dengan hal energi dan kontrol. Prosedur ini memungkinkan atlet peruntukan memanfaatkan aksi panggul dan bahu dengan efisien, sehingga menciptakan lemparan yang lebih baik dan jauh. Peran menyamping memudahkan pemain tujuan menjaga harmoni saat melakukan gerakan, sekaligus meningkatkan akurasi saat bola dilepaskan. Serta sikap ini, atlet dapat mengurangi konsekuensi cedera yang sering ditimbulkan oleh prosedur melempar yang kurang optimal. Data ini menunjukkan betapa pentingnya memahami peran tubuh dengan olahraga, sehingga dapat menghadirkan konsekuensi mendukung pada performa dan keberhasilan kompetisi yang lebih baik.